Kalau akhir-akhir ini kamu ngerasa gampang capek, gampang kepikiran, atau rasanya “jiwa penuh tapi harus jalan”… kamu nggak sendiri. Banyak anak muda sekarang sedang mengalami fase yang berat — dan seringkali tanda-tanda itu tersembunyi di balik postingan lucu atau story yang kelihatan santai.
Di luar candaan dan meme, ada hal-hal kecil yang kalau ditumpuk bisa bikin kepala penuh: deadline yang datang bertubi-tubi, tagihan yang menunggu, dan kebiasaan banding-membanding di media sosial. Semua itu terasa wajar, sampai akhirnya tubuh mulai protes lewat susah tidur, mood turun, atau kehilangan semangat.
Bukan semua orang merasakan hal yang sama, tapi beberapa tanda yang umum dilaporkan anak muda adalah:
Tidak perlu perubahan besar. Mulai dari yang kecil aja:
Nggak perlu langsung beres semua. Selesaikan satu tugas kecil — bayar tagihan, kirim email, atau atur jadwal — dan beri diri sendiri waktu untuk bernapas.
Curhat itu bukan tanda lemah. Kadang bilang “aku capek” saja ke satu orang yang kamu percayai sudah bikin beban terasa lebih ringan.
Coba 15 menit tanpa ponsel. Bukan harus lama, yang penting jeda bagi otak. Banyak yang bilang setelah jeda singkat saja mereka bisa berpikir lebih jernih.
Teknik sederhana—tarik 4 detik, tahan 4 detik, hembuskan 4 detik—bisa menurunkan detak jantung dan membuat kepala lebih tenang dalam hitungan menit.
Otak yang kurang tidur menjadi lebih rentan terhadap stres. Biar pun sibuk, usahakan rutinitas tidur yang konsisten.
Banyak orang juga berjuang. Membaca artikel ini saja adalah langkah kecil menuju perbaikan — karena sadar itu langkah awal. Kamu berhak istirahat, berhak minta tolong, dan berhak menjagamu sendiri.
Kalau mau, kunjungi bagian resources di halaman ini untuk tautan ke layanan bantuan mental yang kredibel — atau bilang ke aku, aku bantu rangkum sumbernya.